Posted by : ayachin Senin, 27 Mei 2013

Minggu, 26 Mei 2013

Hoaaahhmmm ... lelah rasanya. Setelah kemarin seharian nongkrong di depan netbook hanya untuk mendownload anime dari episode 5-13 ._. Pagi ini, ehem, aku kesiangan ._.

Sarapan dengan 2 lembar roti panggang cukup untuk mengganjal perutku *dua roti untuk mengganjal?!* Habisnya ... hari ini Revand, temanku, akan mentraktir di depotnya, depot Arum. Pukul 9 aku dan yang lainnya sepakat. Ah, traktiran ini untuk merayakan ulang tahun Revand 16 Mei lalu. Yaahh ... walau agak "terlambat", yang penting, makan-makan ~ :9

Kali ini hanya beberapa yang bisa datang, diantaranya : aku, wilda, sanah, dian, dani dan almay. Mereka semua adalah teman seperjuangan sewaktu SMP. Acara makan-makan begitu mengasyikkan dengan obrolan-obrolan yang tak pernah lepas jika kami ngumpul-ngumpul : sekolah, bola, dll. Usai acara makan-makan, kami sepakat untuk "mengungsi" ke rumah Almay, yah, rencananya nonton film.

Sesampainya di rumah Almay, kami mulai mengobrak-abrik kaset-kaset film yang ia miliki. Perbedaan pendapat pun mulai menghiasi ruang tamu itu. Ya, semuanya berebut menonton film yang belum pernah ditonton. Tapi pada akhirnya, kami sepakat untuk menonton film "Chinese Zodiac"
Gelak tawa kami pecah tatkala menonton film tersebut. Sungguh mengasyikkan :D

Usai menonton film, kami makan siang di rumah Almay. Ibunda Almay yang sangat baik hati memasakkan makanan untuk kami #wetseahhh. Usai makan, kami mulai bercanda lagi dengan celotehan-celotehan yang mengundang gelak tawa. Selesai makan, kami pun mulai bernarsis ria dengan kamera, ehm, baru milik Almay. Berfoto dengan gaya gokil dari ruang makan, ke tangga, sampai ke atas "atap" rumah Almay. Sebenarnya bukan atap sih ... eee ... atap-nya berupa semen. Ah, intinya itu ._.

Di atas, kami begitu bernarsis ria, yah ... para ladies, sih, kebanyakan. Kami melakukan pose konyol, unik, keren, dan sebagainya. Seperti :

cool ~
Itu ada eyang subur (revand) megang komik terbalik :b
Eyang subur naik sapu :D
Hana, Dul, SET!
Revandman !!!
Dani vs Revand 

Semuanya mengundang gelak tawa. Beberapa moment lucu terabadikan lewat foto. Hari ini, bahkan tak terhitung sudah berapa kali aku tertawa. Tak terhitung sudah berapa kali aku tersenyum. Tak terhitung sudah berapa lama aku merasakan kebahagiaan ... seperti ini.

Yah, kau tahu maksudku.
Wilda, Sanah, Dian, Almay, Dani, mereka adalah teman seperjuangan sewaktu di SMP. Karena kami mengambil program akselerasi (2 tahun), tak heran jika kami bisa akrab seperti ini. Sekelas bersama mereka selama 2 tahun tentu telah menjadikan kami paham akan karakter masing-masing. Tentunya, banyak kisah yang kami rajut bersama. Tidak, kami bukanlah sebuah "genk" atau grup atau ... apa pun istilah lainnya. Kami adalah sahabat, ah, bukan, satu keluarga :)

Kurasa ... kita semua yang telah mengalami perpisahan sekolah pasti memiliki kesan atau perasaan yang dalam. Mungkin, kalian masih merasa ingin kembali ke zaman-zaman SMA (bagi yang kuliah), SMP, SD, atau bahkan TK? Mungkin kita masih merasa sayang melepas teman-teman yang sejatinya telah ada bersama kita, menemani kita, mengukir senyum atau menghapus air mata kita. Walau pun mereka juga pernah memanah busur kekecewaan di hati kita.

Sekolah, memang selayaknya menjadi tempat kita mengukir berbagai cerita dengan teman yang ada di sekeliling kita. Bahkan, sekolah menjadi saksi bisu tentang hal-hal yang kita alami sewaktu "hidup" di dalamnya. Bagiku, masa-masa SMP adalah masa yang teramat sulit untuk dilupakan, dan terlalu berharga untuk dibuang begitu saja. Karena apa? Aku benar-benar memulai semuanya dari nol. Aku memulai kisahku di sana benar-benar dari awal, dari seorang "Aulia" yang tidak memiliki teman sama sekali (karena tidak ada lulusan SD ku yang mengambil akselerasi kecuali aku), sampai memiliki sahabat-sahabat super seperti mereka sekarang ini.

Perpisahanku dengan anggota-anggota "keluarga"ku itu terbilang cukup ... berat bagiku sampai-sampai ketika diawal-awal aku baru masuk SMA, aku masih merasa suasana ketika aku SMP. Masih tidak percaya kalau aku sudah bukan anak putih - biru lagi, melainkan putih - abu-abu. Terlebih, aku harus berpisah dengan orang-orang terdekatku dengan jarak yang begitu ... jauh, Vena dan Mutia diantaranya. Untuk Wilda, Sanah, dan Dani, mereka terpisah denganku dengan catatan masih satu kota.  Almay, Dian, dan Revand? Ah, tiap hari aku masih bisa melihat batang hidung mereka di sekolah :D

Hei, kalian tahu? Perpisahan tidaklah begitu buruk, ia masih memiliki sisi baik. Kebahagiaan yang timbul ketika kita bertemu teman lama akan terasa "lebih" ketimbang bertemu dengan teman yang selalu kita temui setiap harinya. Maksudku, hei, perpisahan membuat kita berada di jalan yang berbeda. Dan ketika jalan itu bertemu kembali pada suatu titik, kita akan mulai menceritakan apa yang dialami kita ketika berada di jalan masing-masing. Dengan kata lain, kita bukan hanya mendengar 1 cerita, melainkan 2 cerita! Malah lebih! Bandingkan dengan kita yang terus-terusan bersama, kita hanya akan mendapatkan satu cerita yang sama, bukan?

Bukankah dengan begini, kita bisa menjadi lebih tahu bagaimana dunia ini?

Bukan begitu, Sahabatku? :)

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

Diberdayakan oleh Blogger.
K-On Mio Akiyama

Follow me

Nama Jepangku ~

- Copyright © 2013 Aau-chan's World -Sao v2- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -