Posted by : ayachin Rabu, 08 Mei 2013


Perasaan aneh menghampiriku. Perasaan malu, sedikit menyesal bercampur aduk dalam diriku. Entah orang macam apa aku ini yang tergambar di dalam benaknya. Orang yang aneh? Sepertinya begitu. Mungkin tidak seharusnya aku menghampirnya. Tidak, setidaknya dengan ini aku dapat berbicara sedikit dengannya. Tapi ... ah, perasaanku kacau.

Kulangkahkan kembali kaki ini ke tempat asalku yang bersih dari kepulan asap rokok. Kuraih gagang cangkir kopi dan menghabiskannya dalam waktu singkat. Barangkali, perasaan kacau ini dapat berkurang. Pandanganku tertuju pada jendela itu lagi. Bodoh, jika aku tidak menghampirinya mungkin aku dapat melihatnya sedikit lebih lama.

Sang rembulan akhirnya terbit. Setelah peristiwa ini, kira-kira masih bisakah aku bertemu dengan perempuan di mimpiku itu? Aku ingin memastikan kebenaran antara kedua perempuan ini. Jika sudah bertemu dengannya di mimpi, kupastikan untuk berbicara padanya kali ini.

Cahaya terang mengetuk kelopak mataku. Dengan enggan, aku berusaha membukanya.

“Hah? Sudah pagi? Tapi ... aku bahkan belum .... bermimpi.”

Kecewa. Aku sangat kecewa. Apa yang salah dengan tidurku? Tak ada yang berbeda, sungguh. Ke mana perginya mimpi itu? Kuingin bertemu dengannya sekali lagi, walau hanya dalam mimpi. Jangan, kumohon jangan buat aku menyesal karena tidak berbicara pada perempuan itu pada mimpi sebelumnya.

Jika kau menyuruhku untuk melupakan semuanya begitu saja, sulit, jujur saja. Aku juga tidak mengerti dengan rasa penasaran ini. Rasa ini terus dan terus saja mendorongku untuk mengetahuinya. Mengetahui, siapa sebernarnya perempuan itu. Perempuan yang ada di dalam mimpiku, dan perempuan yang kutemui kemarin. Apakah mereka orang yang sama? Jika iya, mengapa ia hadir dalam mimpiku? Oh, setidaknya aku harus menanyakan, “Apa kita pernah bertemu sebelumnya?”
Kupejamkan kembali mataku. Berharap, aku dapat tidur kembali dan pergi ke alam mimpi. Namun, ternyata tak sejalan dengan harapanku. Kuremas kuat-kuat selimut yang menutupi tubuhku. “Kembalikan aku ... pada mimpi itu”. Aku enggan beranjak dari tempat tidurku. Aku menutup mataku dan mulai menerawang kembali sosok perempuan dalam mimpiku.

Perempuan itu. Memang perempuan yang ada di dalam mimpiku.

Seseorang menepuk pundakku dari belakang. Betapa terkejutnya aku. Sebagai sebuah bentuk refleks, aku memalingkan badan ke belakang.

“Kamu?”

Perempuan itu begitu saja berada di hadapanku.

“Kemana saja kamu?”

Aku terdiam. Sungguh aku tidak mengerti dengan pertanyaan yang ia lontarkan.

“Maaf?”

“Kamu hadir dalam duniaku, kemudian pergi begitu saja. Kemana saja kamu?”

Dia memelukku. Kini rasa penasaranku berubah menjadi sebuah tanda tanya yang teramat besar. Hei, bukankah ini masih di alam mimpi? Aku melangkah mundur, membuat perempuan itu melepaskan pelukannya dariku. Tiba-tiba suara bising terdengar di mana-mana. Aku menutup telingaku namun perempuan itu berdiri dengan tenang.

“Apa kita pernah bertemu sebelumnya?”, teriakku.
Perempuan itu menjawab. Namun, aku tidak dapat mendengarnya. Suara bising ini membuatku pusing sampai-sampai aku tak dapat membaca gerak mulutnya. Perempuan itu berbalik dan melangkah pergi meninggalkanku.

“Hei! Aku tak dapat mendengarmu!”

Ia menghentikan langkahnya. Ia menoleh kebelakang, ia melempar sebuah senyuman dan sebuah anggukan kecil. Kemudian, ia kembali pada jalannya dan menghilang.

Aku pun terbangun dengan dering jam weker yang rupanya telah berbunyi sedari tadi.

“Begitu, ya”

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

Diberdayakan oleh Blogger.
K-On Mio Akiyama

Follow me

Nama Jepangku ~

- Copyright © 2013 Aau-chan's World -Sao v2- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -