Posted by : ayachin Kamis, 23 Mei 2013

Oceh. Aku jelaskan sedikit kenapa ada gambar dari anime Love Live! School Idol Project di postku kali ini. Anime ini berceritakan tentang sekumpulan gadis yang ingin menyelamatkan sekolahnya. Berawal dari tiga sekawan Umi, Kotori, dan Honoka yang ingin menyelamatkan sekolahnya dengan cara membuat grup Idola Sekolah. Yah, bisa dikatakan semacam girl group. Mereka ingin menjadi idola agar jumlah murid baru yang masuk ke sekolah mereka memenuhi quota. Jika tidak, sekolah mereka akan ditutup.

Dramatis, ya?
Membuat grup Idola dan menyelamatkan sekolah. Apa kalian pernah terpikir merasakan hal yang sama? Yah, tidak perlu menyelamatkan sekolah, melakukan hal nyata, yang termasuk perjuangan "untuk" atau "bagi" sekolah, pernahkah kalian melakukannya?

Well, itu terjadi padaku.
Sabtu, 18 Mei 2013.
Semua berawal pada Sabtu pagi yang cerah ... Secerah-cerahnya ketika aku tahu kalau aku tidak remedial Biologi. Pagi itu yang tidak mengikuti remedial diminta berada di luar kelas. Tiba-tiba, Ibu Walintje datang. Aku pun menghampiri beliau dengan maksud bertanya tentang kegitan PMR. Percakapan kami pun berakhir di meja pengawas bersama Ibu Lia dan Ibu Tri.

Selang beberapa menit, tiba-tiba Pak Rusdi, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Tanjung, datang dan memberikan amplop. Setelah dibuka, ternyata isinya undangan untuk mengikuti Olimpiade Bahasa Inggris tingkat Nasional yang diadakan oleh Universitas Brawijaya Malang (UnBraw). I was so ... SURPRISED! Ini yang kutunggu-tunggu sedari dulu. Aku pun membaca ketentuan (syarat) yang diajukan. Ternyata, dead line-nya tanggal 20 Mei. Lebih jelasnya, seperti ini :

Sekolah konfirmasi untuk mengikuti olimpiade ke UnBraw -> UnBraw mengirimi soal olimpiade ke sekolah -> sekolah mengadakan olimpiade -> jawaban olimpiade dikirim ke UnBraw.

Masalahnya, aku harus mencari paling tidak 40 siswa yang mau mengikuti Olimpiade ini, dari kelas X dan XI. Jika tidak, maka, kesempatan mengikuti event ini akan gagal. Pak Rusni memintaku mencari 40 peserta, jika sudah dapat, maka Olimpiade akan dilaksanakan pada hari Senin (20 Mei), dan pada hari itu pula jawaban akan dikirim ke UnBraw.



 Aku pun mulai promosi ke beberapa kelas terdekat seperti X-2. Hanya beberapa orang yang bersedia ikut. Aku mulai frustasi. Bagaimana caranya mencari 40 peserta dalam waktu beberapa jam? Dibantu dengan Anti, kami mulai mencari peserta. Berulang kali kami bolak-balik untuk mengurus olimpiade ini. Jalan terasa lebih mudah tatkala ibu Nurmiani mau membantuku mencari peserta. Perncarian diawali dengan mendata murid yang kiranya mampu mengikuti olimpiade ini. Mulai dari X-1 sampai X-7. Usai mendata, kami pun langsung terjun ke lapangan untuk meminta secara langsung. Tak disangka, tenyata banyak yang ikut. Karena terlalu banyak dari kelas X, ada beberapa kelas yang terpaksa tidak ditawari. Kami juga harus bersikap adil kepada kelas XI yang mungkin juga ingin mengikuti olimpiade ini. Kami pun mencari ke kelas XI, dimulai dari XI IPA I - XI IPA 3, dilanjutkan dengan XI IPS dan terakhir dari kelas XI Akselerasi.

Pada akhirnya, aku tidak belajar apa-apa hari ini kecuali Biologi, itu pun hanya sebentar.

Kelas XI Akselerasi menjadi penutup perjuanganku sekaligus penutup akhir pelajaran hari ini. Akhirnya, aku mendapatkan 40 peserta yang mau mengikuti olimpiade ini. Tak kusangka, hal-hal yang biasa kutonton di anime-anime Jepang ternyata terjadi padaku. Ini membuka mataku lebar-lebar bahwa "khayalan tidak selamanya abstrak, ia bisa menjadi nyata"

Tamat.

Tidak, masih ada kelanjutannya.
Usai mendapatkan 40 peserta, aku masih memiliki tugas untuk mendata nama peserta dan menyerahkan datanya ke staf Tata Usaha (TU). Aku pun mulai mendata dan memperbaiki tulisan yang acakadut agar terlihat rapi dan sopan. Usai pendataan selesai, aku dengan bahagianya pergi ke ruang TU. Siang itu, hujan ringan turun. Ternyata ...

Ruangan TU -> TUTUP.

Aku pun pulang dengan frustasi. Aku tidak mempedulikan hujan, atau sedingin apa hawa yang kurasakan. Apa perjuanganku sia-sia? Aku ... argh ... aku kacau.
Aku mencoba menahan air mata. Rasanya pikiranku kosong, dan hampa. Rasa lelah setelah mengusahakan semuanya, berakhir begitu saja?

Sesampainya di rumah, aku melakukan rutinitas seperti biasa. Mataku tak henti memandang kertas yang berisi syarat serta ketentuan untuk mengikuti olimpiade. Mataku tertuju pada Contact Person. Akhirnya, aku memberanikan diri menelpon dengan gagah berani menggunakan ponsel Ayahku.

Aku : "Halo, selamat siang"
ODCPYMTK* : "Selamat siang. Ada yang bisa kami bantu?"
Aku : "Saya dari SMA Negeri 1 Tanjung. Saya ingin bertanya, apa benar dead line pengiriman jawaban tanggal 20 mei?"
ODCPYMTK : "Oh, itu ada kesalahan, Ibu. Yang benar tanggal 26 Mei. Akan tetapi, karena 26 Mei hari minggu, maka diundur satu hari menjadi tanggal 27 Mei atau hari Senin."
Aku : "Oo begitu ya, Pak. Terima kasih infonya"
ODCPYMTK : "Iya, sama-sama"

Tuuuuttt .. teleponnya mati.
Aku terdiam sejenak. This is ........................... MIRACLE!
Aku loncat-loncat di kamar, "Perjuanganku tidak sia-sia!"

Kali ini, aku merasakan realita hidup yang begitu nyata. Yang tidak hanya ada di tipi-tipi atau pilem-pilem. This is how life supposed to be; REAL.





*PS : ODCPYMTK = Orang Dari Contact Person Yang Menjawab Telpon Ku

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

Diberdayakan oleh Blogger.
K-On Mio Akiyama

Follow me

Nama Jepangku ~

- Copyright © 2013 Aau-chan's World -Sao v2- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -