Uumm ... posting apa ya?
Cerita dikit deh ...
Seperti orang kebanyakan, aku sepertinya sangat mudah terpengaruh apa yang sedang menjadi "trend" saat ini. Tapi, terpengaruhnya justru belakangan banget, gak "update" lah istilahnya (baca : ketinggalan zaman)
Dulu saat novel Raditya Dika sedang booming, aku sama sekali tidak tahu apa-apa. Saat banyak orang mulai terkenal karena blog yang mereka miliki, aku juga tidak tahu apa-apa. Selang beberapa lama, barulah aku mulai kenal semua itu. Dan setelah perkenalan itu, selalu saja, ada tekad yang membara yang muncul di dalam diriku. Tapi, kobaran tekad membara itu, selalu saja, padam sebelum habis melalap kayu.
Dulu, waktu zaman-zamannya novel KKPK, aku gak tahu apa-apa. Sampai suatu hari, temanku meminjamiku salah satu novelnya. Di akhir novel, ada tercantum persyaratan jika ingin mengirimkan naskah novel. Yah, kobaran api itu tiba-tiba datang, mendorongku untuk mencoba dunia tulis. Cerita-demi-cerita kucoba karang, tak satu pun berhasil kuselesaikan. Seperti kataku tadi, kobaran api itu keburu padam. Yah, lama-lama aku merasa bosan, rutinitas membuatku semakin tidak terlalu mempeduikan hal itu lagi.
Pernah. Pernah ada 1 "karangan" yang aku selesaikan. Aku mengarangnya via handphone di catatan. Mungkin bisa dipastikan itu adalah satu-satunya karangan yang berhasil kuselesaikan. Karena masih di HP, aku pun mencoba mencicil untuk mengetiknya. Setelah kuperhitungkan, ceritanya tidak akan memenuhi persyaratan jumlah halaman yang diminta. Sungguh ... menyedihkan. Sampai sekarang cerita itu masih ada, kapan-kapan mungkin akan kucoba mempostingnya.
Dulu, sewaktu zaman-zamannya blog raditya dika hangat diperbincangkan, aku juga tidak tahu apa-apa. Ketika aku sudah berkenalan dengan salah satu novelnya, dan tahu cerita tentang seorang "radith", aku mencoba-coba membuat blog. Dan bisa ditebak endingnya, blog itu menjadi terbengkalai ... krik krik krik.
Tapi untuk blog ini, aku akan berusaha menghidupkannya. Ya! Ganbatte! Ganbatte!
Tapi, aku tidak menyesal, kok.
Justru dari situ aku belajar menemukan potensi diri.
Yah, untuk mendapatkan buah, bukan berarti kita harus memanjat pohon, kan? Kita bisa melakukan cara lain.
Dan, dari pencapaian-keinginan-yang-belum-selesai itu, aku jadi belajar dan mendapatkan banyak hal. Terutama tentang menulis itu. Hal-hal seperti ... yah, kau tahu, ketika kamu mendapat inspirasi lalu tidak sabar menuangkannya ke dalam tulisan, perasaan "ayo cepat pulang. Waktunya melanjutkan kisahmu!" atau hal-hal seperti "Hhmmm ... ceritanya udah bagus gak ya? apa ada yang perlu di tambahi? Ah, ini di hapus saja, ada pengulangan kata. Ah! Ini ..." Haha ... Aku ingat saat aku pernah vacuum dari inspirasi. Aku sama sekali blenk dan rasanya ingin menyerah saja melanjutkan kisahnya. Ada juga saat di mana tiba-tiba banyak inspirasi datang, dan aku langsung bersemangat untuk menuangkannya dalam tulisan. Perasaan bingung "mulai dari mana, ya? Aduh, nanti inspirasinya hilang" dan sebagainya.
Mungkin, karangan yang kubuat itu tidak sebagus atau sebaik karangan para penulis *ah, tentu saja*
Tapi, rasa kepuasan usai menyelesaikan karangan, cerita dibalik semua itu, merupakan hal yang tentu saja sangat berharga.
Jadi ...
Jangan ragu mencoba berjalan di semua jalan demi mencari tujuan. Pasti ada hikmah di balik jalan yang kamu pilih, walau jalan itu bukan jalan yang mengantarmu pada tujuan akhirmu sesungguhnya.
"Don't be afraid of the path you choose, just walk, right or wrong way it would have valuable lessons that you can get."