Posted by : ayachin
Jumat, 07 Maret 2014
Aku rasa dunia remaja gahol dewasa ini sudah tidak asing lagi dengan istilah PHP. Yep, PHP adalah singkatan dari Pemberi Harapan Palsu. Aku, sih, sebagai salah satu remaja yang hidup di dunia itu ... ah, lebih tepatnya pengamat, pengamat dunia itu, telah banyak melihat kisah-kisah tentang ke-PHP-an. Objek pengamatanku sih nggak jauh-jauh, cukup teman-temanku aja. Yah, bukan berarti aku menjadikan mereka kelinci percobaan, hanya saja, aku mengamati perilaku mereka yang fallin in love dan terkadang mereka sering mempermasalahkan tentang ...
"Harapan"
Sebenernya, apasih, yang perlu kita khawatirkan? Kita boleh berharap, apa aja, udah gitu, gratis gak ada yang ngelarang! Cius! Jikalau keadaan memang tidak memungkinkan harapan itu terwujud, kita masih boleh berharap, tapi kita belum tentu dibolehin harapan-harapan itu terwujud.
Intinya, berharap itu boleh.
Sering ya, kalian mendapati teman kalian terlibat kasus had a crush on someone who too impossible to be reached. Bahkan, mungkin justru kalian salah satunya? Kasus-kasus pun terbagi dalam berbagai jenis, salah-empat-nya :
1)Suka sama si A -> nggak berani deketin si A -> berujung pada secret admirer yang suka nyumpahin si A putus kalau si A punya pacar.
2)Suka sama si B -> nggak berani deketin si B -> berujung pada berusaha ikhlas dan tersenyum ketika si B punya pacar
3)Suka sama si C -> nggak bisa deketin si C karena si C orang terkece seantero sekolah -> berujung pada secret admirer yang selalu berdoa agar si C suatu hari berpaling padanya
4)Suka sama si D -> berusaha akrab sama si D -> nggak berani nyatain perasaan -> berujung pada secret admirer yang selalu bilang "Aku nggak papa" "Aku nggak mama ngarepin dia lagi kok" "Semua sudah berlalu, lagian dia udah punya pacar" Padahal dalam hatinya ... Atttiiiitttt.
Ahhh banyak lagi lah pokoknya kasus-kasusnya. Terus, di semua tipe kasus itu, pasti ada adegan di mana harapan itu ada, dan harapan itu hilang. Bikin orang jadi labil, kadang ngarep, kadang "Aku harus sadar kalau aku harus ngelepasin dia~". Ujung-ujungnya sih ngadu deh sama temen "Kemaren dia kayak suka sama aku, baik sama aku, kenapa dia sekarang malah pacaran sama orang lin? Aku di-PHP-in dong? Huaaa" #nangisdipojokan
Nih, ya, elu elu elu dan elu harus tau bahwa PHP itu ada 2 macam.
1. PHP karena salah paham.
2. PHP karena ... ya elu emang sejak awal mau diPHPin sama orang itu.
TAPI.
Nggak fair kan kalau ternyata PHP yang kamu alamin ternyata PHP yang nomer 1? Terus kamu malah umbar sana umbar sini kalau si dia itu cuma PeHaPers? Siapa tau orangnya baik, rajin menabung dan tidak sombong, cuman kalian aja yang ......................
Bagaimana aku menyebutnya ya ............
MMmmmmmm ...
"Ke-GR-an"
Oke aku cuma mau bahas PHP yang nomer 1 karena aku nggak setuju ada pihak yang selalu dirugikan dalam masalah "Siapa yang salah dalam kasus PHP ini?"
Menurut sudut pandang aku sih, yang sering jadi korban ya pihak cowok. Ya, cewek sering ke-GR-an. Otomatis, aku nggak setuju kalau pihak cowok dihujani gosip yang nggak-nggak. Tapi aku juga gak bilang kalau nggak banyak oknum cowok yang emang brengs*k. Ada kok cowok yang sukanya cuma main-main sama perasaan cewek. Merasa tersinggung? Situ suka mainin perasaan cewek nggak? Nggak? Brarti nggak brengs*k. Susmat. Susah amat.
Andai, ya. Google Translate bisa men-terjemah-kan makna perkataan atau sikap perhatian orang lain kepada kita. Pasti. Pasti tingkat korban dan pelaku PHP menurun drastis. Dari sisi ke-cewek-an aku, jujur aku merasa cewek itu emang suka diperhatikan. Tapi, diperhatikannya secara gentle. Lo gak mesti harus nanya udah-makan-belom-udah-mandi-belom-udah-BAB-belom, contohnya aja nih, pas ada cewek lagi sakit, dia muruuuung aja di kelas, lo pegang dahinya, terus bilang "Ke UKS, ya? Jangan memaksakan diri. Sini aku antar." Edeeehhh aku mah bakal kelepek kuadrat mah kalau gitu! Yaha ... maklum ... kebanyakan nonton drama xD
But-ta-to-the-pi ~
Si cewek ketika menghadapi ke-care-an dari seseorang, tidak boleh mengasumsikan bahwa seseorang itu suka sama dia. Pokoknya nggak boleh. Titik. Ini, nih yang biasanya disalahartikan sama cewek. Sebagai cewek, kita harus berfikir sepositif mungkin dengan mempertimbangkan kemungkinan terburuk yang ada. Kemungkinan, bahwa itu cuma perhatian biasa. Nggak lebih. Biar pas kita tahu kebenaran buruknya (bahwa ternyata si cowok nggak ada feel sama sekali) kita nggak akan merasa di-PHP-i.
Kesimpulannya yo guys ...
Buat cowok, kalau mau perhatian sama cewek boleh boleh aja, tapi secara gentle dan tidak berlebihan.
Buat
cewek, jangan salah mengartikan perhatian cowok. Ingat, rasa GR-mu
itulah yang membuatmu merasa di-PHP pada akhirnya. Tanggapilah balik
perhatian itu jika memang kamu sudah memastikan perasaannya terhadapmu
:)
Oh, dan kalau kamu terlalu lelah menunggu kepastian, maka kamu sendirilah yang harus memastikannya. Berikan suatu ketegasan, padanya :)
Nah, untuk itu, aku ada quotes buat kalian semuwaaa ~
"It's a man's duty to be gentle, and it's a woman's duty to do not misunderstand with a man's gentleness"
-Aau-chan
Artinya? Aku rasa mbah gutrans masih bisa nerjemahin deh.
Sekian dan terima kasih banyaaaaaaaaaaaaaaak !!!
Keren nih buat penelitiannya :) buat cewek jangan suka ke-GR-an buat cowok kasi sikap sewajarnya aja begitupun sebaliknya. Greats :)
BalasHapusThanks for leaving a comment :) Kapan-kapan mampir lagi, ya ? Hihiii Yah semoga dapat mengambil sepucuk pelajaran dari post saya xD
Hapus