Aku buka postingan ini dengan membaca basmallah.
Bismillahirrahmanirrahim.
Wih ... alim betul, ya? Haha. Sementang kali ini membahas sabar. Tapi postingan ini umum, kok. Nggak menyangkut-pautkan tentang kepercayaan. Well, ibarat karya ilmah, tentu ada latar belakang yang mendasari mengapa-aku-mengangkat-tema-sabar.
Sebernarnya alasannya simple, sih. Gara-gara tadi, di sekolah, sewaktu pelajaran BP alias Budi Pekerti, kami disuruh menjawab 3 soal tentang pokok bahasan "sabar".
Dan pertanyaannya adalah .............. *eng* *ing* *eng*
1. Apa yang dimaksud sabar (menurut kamu) ?
2. Sebutkan dan jelaskan macam-macam sabar! (Min 4)
3. Apa manfaat sabar di dalam kehidupan?
...............yah yang kuingat kira-kira seperti itu pertanyaannya
Wih ... sekilas pertanyaannya mudah-mudah aja, ya. Cuma nomor 2 yang mengandung kata horor yaitu "jelaskan". Tapi untuk seorang pengamat dunia sepertiku, satu halaman kertas buram hampir terisi sepenuhnya. Dan ketika menjawab soal nomor dua, ada adegan yang bikin aku mau mengangkat tema sabar ke postinganku ini. Ehm, gak asyik, kayaknya kalau aku main to-the-point. Yah, sekedar basa-basi, mari simak jawabanku atas ketiga jawaban di atas.
1) Pengertian sabar menurutku.
Sabar adalah sikap tahan dalam menghadapi sesuatu hal buruk. Sabar juga dapat diartikan sebagai tidak cepat marah, tidak mudah putus asa, dll.
Oke, ehm, ... sebenarnya bisa dikatakan jawabanku itu bukan "menurutku" karena .............. bukan bukan bukan, ini tidak seperti aku mencontek, ya! #tsundere haha tapi bener kok, aku nggak nyontek. Hanya saja ....... aku ........... melihatnya di alfalink .___________. #ngomonggituajasusah
Yah karena aku ini kreatif (baca : tidak mau terlalu sama dengan di alfalink) aku menambahkan kata-kata biar jawabanku makin kece (baca : panjang). Huehehehehe ( '-')a
2) Macam-macam sabar
a) Sabar dalam menghadapi cobaan
So paste, sabar itu sering dikaitkan dengan yang namanya --> menghadapi cobaan. Dalam hidup, hal baik dan hal buruk akan datang silih berganti. Dan dalam menghadapi hal buruk (kita sebut sebagai cobaan) tentu sikap utama yang harus kita miliki adalah sabar. Orang yang sabar akan berusaha melewati cobaan dan menganggap cobaan sebagai ujian yang mengandung sejuta hikmah kehidupan. #tsahhhh #kece(baca:panjang)gaktuhjawabanku ?
b) Sabar dalam menghadapi kegagalan
Siapa, sih, yang dalam hidupnya nggak pernah ngalamin kegagalan? Nabi Muhammad aja pernah gagal (kalah) dalam perang (meski sebenarnya bukan Beliau penyebab kekalahan dalam perang tersebut). Hal ini musti belo-in mata kita bahwasanya, nggak ada yang sempurna. Jadi lupain deh yang namanya nyari cowo perfect. #Loh #TopikSalahArah
Kegagalan itu identik dalam perlombaan. Orang yang sabar akan bersikap optimis terhadap kegagalan. Orang yang sabar akan kuat mental menerima kegagalan dengan percaya bahwasanya kegagalan yang ia dapatkan merupakan titik start dari kesuksesan yang akan ia raih di garis finish. So, anggap aja kegagalan itu adalah rintangan atau medan yang harus kamu lewati sebelum akhirnya kamu akan melewati garis finish. Be PATIENT, be SUCCES! YAY!
FYI : Jawaban untuk point B aku ngarang sendiri (bukan dari jawaban asliku di sekolah. Gile aje kalo aku serajin ini nulis sebanyak yang di atas --")
c) Sabar dalam ketahanan emosi.
Emosi. Emosi erat kaitannya dengan marah. Padahal, orang yang emosional belum tentu adalah orang yang pemarah. Marah adalah salah satu bentuk emosi. Itulah yang aku pahami selama ini.
Emosi itu banyak. Dan kebanyakan mereka menuntut kita untuk meluapkannya dalam segala bentuk apa pun sehigga kita akan merasa "plong". Kalo nggak, analoginya seperti mau kentut, tapi ditahan.
#Oke #BacktoTopic
Emosi tidaklah semua patut diluapkan. Contoh paling umum adalah marah. Orang yang marah ancap kali sering melakukan apa saja agar dapat memuaskan tuntutan emosi. Entah dengan menampar, memukul, mengata-ngatai orang dengan kata-kata kasar, menjambak rambut, ahhh banyak lagi deh pokoknya. Dan dalam menghadapi emosi ini, diperlukan banyak kata sabar. Sabar di sini artinya kita meminimalisir / menekan kembali tekanan emosi itu. Menekannya sampai dia nggak muncul lagi.
FYI (lagi) : jawaban ini aku karang sendiri.
d) Sabar dalam menghadapi nafsu/godaan.
Beugh. Yang namanya godaan mah bejibun di dunia ini. Mulai dari godaan playboy kelas kakap sampai godaan playboy kelas bawal. #EmangSeaFood #Oke #TopikSalahArah
Godaan itu banyak, aku ambil contoh seseorang yang sedang berpuasa.
Sabar yang bagaimana sih yang dilakukan orang yang berpuasa?
Yaitu sabar dengan menghindari segala godaan yang ada dengan cara menahan nafsu makannya. Orang yang sabar dalam berpuasa akan memotivasi dirinya dengan apa yang ia niatkan dalam menahan nafsunya. Simplenya, sih, ketika nafsunya mulai menyerukan bisikan untuk membatalkan puasa, orang tersebut akan mengingatkan dirinya akan "niat" yang ingin ia tunaikan. Bahwasanya ia berniat puasa, dan bukan batal di tengah jalan.
Minimal 4, kan? Tapi gara-gara adegan ini, aku nambah satu point lagi untuk macam-macam sabar.
Dita : Au, kan yang ditanya macam-macam sabar ...
Aku : Iya, terus?
Dita : Berarti sabar dalam penantian, juga termasuk, dong, Au?
JLEB ................. BLEB ..................... BLEB.
e) Sabar dalam penantian
Menanti identik dengan, ehm, menunggu. Menuggu si itu peka dengan perasaanku. #Eh #TopikSalahArah
Menunggu. Menunggu juga banyak macamnya. Menuggu kepulangan seseorang. Menunggu kedatangan seseorang. Dan menunggu si itu peka dengan perasaanku. #TopikSalahArah #Lagi
Kalau ditanya harus menunggu sampai kapan, maka hanya waktu yang dapat menjawabnya. Bagaimana jika kita dihadapkan dengan menunggu sesuatu yang tak pasti akan datang? Selama apakah kita harus bersabar menunggunya? Apa dalam hal ini kita perlu menerapkan ilmu sabar? Bahwasanya orang yang sabar akan menunggu, menunggu sampai titik akhir, menunggu, layaknya Hachiko yang menunggu tuannya?
Semua kembali pada diri kita masing-masing. Keyakinan diri dan keteguhan hati juga berperan besar dalam mewujudkan sikap sabar. Mungkin memang benar, hanya waktu yang dapat menjawabnya. Tapi setidaknya, walau pun yang kita tunggu sebenarnya hanyalah kesia-siaan, seberapa lama kita kuat bersabar menunggu sesuatu itu, memberikan cermin yang akan memperlihatkan kepada kita :
Seberapa berharganya sesuatu itu hingga kita rela menunggunya untuk waktu yang lama.
Huaaaa ... gomennasai, kayaknya aku nggak sanggup lagi menjawab untuk soal nomor 3. Jari telunjukku pegel. Iya telunjuk. Hehehe .______.)a
Sekian!