Oke setelah sekian lama menghilang kini aku muncul lagi ~
Hhmm untuk post kali ini enaknya bahas tentang apa, ya?
Tentang persahabatan, udah sering. Cinta, ahhh masa cinta-cintaan mulu. #faktorjomblo
Gimana kalo ngebahas hal yang gak biasa yang anti mainstream seperti ................................................
aku?
#Oke #Fine #Lupakan
Mungkin aku basa basi dulu kali ya...
Aku ini hobby baca novel, oleh karena itu banyak sekali anime di dalam netbookku ini. Gak nyambung? Emang.
Ya, aku adalah seorang Ani-Lovers alias Anime Lovers. Aku nggak sampai ke tahapan otaku karena basically aku cuma sekadar gemar menonton dan mengoleksi anime. Anime itu kayak film, ada genrenya. Dan diantara sekian banyak jenis genre, tiga genre faforitku adalah slice of life, supranatural, dan romance. Tapi yang bikin aku suka itu lebih ke genre slice of life. Biasanya banyak kata-kata mutiara dari anime yang bergenre itu. Jadilah, seorang Aau yang dulunya cuma asal nonton anime sekarang malah nonton anime -> ketemu quotes menarik -> pause -> pencet PrtScSysRq di keyboard -> buka Ms. Office Word 2010 -> Paste -> Klik kanan gambar -> Save as picture -> save.
Iya, sekarang aku punya kebiasaan baru ketika nonton anime, yaitu berburu quotes. Lumayan ribet, sih, karena terkadang aku lupa bahwa aku sedang berburu quotes.
Anime yang baru-baru ini aku tonton adalah Yahari ore no Seishun Love Come wa Machigatteiru atau kalau diartikan My Youth Romantic Comedy is Wrong as I Expected. Genrenya school life, comedy, slice of life, social psychology, romance ... nah, kan, ada slice of lifenya. Tapi mungkin yang dominan adalah social psychologynya.

Nah ini dia anime yang aku maksud
Aku nggak bakal ngasih review apa-apa tentang anime ini, cuma ngasih info dikit, deh. Siapa tahu kalian tertarik. Anime ini menceritakan ketiga orang di atas yang semuanya itu LONER. Iya, loner, penyendiri. Otomatis, gak punya teman. Yang paling mending sih menurutku si Yuigahama Yui (yang rambut pink) soalnya walaupun dia loner, dia masih mau berusaha untuk berteman. Hanya saja, dia terlalu penurut. Dalam kelompok pergaulan, dia hanya mengiyakan setiap keputusan walau tak sesuai dengan yang ia mau. Karena takut akan ditinggalkan. Itu sih yang aku tangkap. Tapi tetep, faforitku si Yukinoshita Yukino. Ya, yang rambut hitam. Dia itu blak-blakan, kadang kasar, namun semua itu sesuai kenyataan. Aku kagum dengan karakter yang seperti itu. Karakter yang dewasa, dan tegar walaupun menjadi seorang loner.
Oke, mungkin kalian mulai bertanya topik pembicaraan ini mengarah ke mana sebenarnya.
Nah, gara-gara kebiasaan menonton animeku yang baru, ketika aku nonton anime ini, aku menemukan ................ ini :
Dan quotes itu...................ugly truth banget.
Setiap manusia pasti pernah nge-judge orang. Entah penampilannya, perilakunya, kebiasaannya, yang walau dilakukan dalam beberapa penjumlahan sampai pembagian dan mencari rata-rata, titik akhirnya cuma berada pada dua penilaian : baik, atau buruk.
Kesan pertama selalu merupakan kesan yang paling diingat. Kesan pertama ketemu sama seseorang, pertama mengikuti lomba, pertama kali menang lomba, pertama kali pacaran, dan pertama-pertama lainnya. Setiap orang secara sadar maupun tidak akan menilai hal-hal "pertama" tersebut. Aku kasih contoh deh ...
Aku sempat menjadi penyanyi cafe. Di hari pertama aku nyanyi, aku membawakan lagu Christina Peri - A Thousand Years. Dan ...... gila! Fals banget. Awal-awalnya sih engga, tapi terakhirannya itu loh. Ya ampun. Aku malu banget. Jadilah, aku nggak mau lagi membawakan lagu a thousand years. Trauma. Entar keinget hari pertama nyanyi di cafe. Malu di kuadrat-in. Malu-malu-in!
Dalam hidup, seringkali kita menilai seseorang. Penilaian beragam, namun seperti yang sudah kukatakan, hanya berujung baik atau buruk. Semua tergantung pada cara penilaian: sebelah mata, atau sepasang mata.
-Hukum I Kesan
Kesan buruk akan bertahan berkepanjangan. Ketika kesan baik datang, kesan buruk akan sama kuatnya dengan kesan baik. Kenapa? Karena ketika kesan baik datang, kesan buruk akan menghantui.
foreksampel:
Ada cowok yang playboy abis. Suatu hari, dia fallin' in love pada seorang cewek di saat ia sudah bertekad agar tidak playboy lagi. Sejauh ini PDKT berjalan lancar-lancar saja, sudah pake kakak-adek segala, lagi. Cuma yang bikin mereka nggak-jadi-jadi, yah, bisa dilihat dari sudut pandang si cewek.
Si cewek pasti, lah, tahu, kalau si cowok itu playboy. O to the matis, si cewek menilai buruk si cowok. Namun, alur membawa mereka berdua menjadi dekat. Lambat laun, sisi baik si cowok keluar, sehingga memberikan kesan yang baik. Si cewek? Dilema, lah. Walau si cowok janji buat setia, si cewek pastinya bakal takut. Takut si cowok bakal kembali kayak dulu. Karena mau gak mau kenyataan bahwa dia playboy itu masih ada. Karena itu, aku menganggap kedudukan kesan baik dan buruk dalam hal ini sama besar.
-Hukum II Kesan
Kesan baik dapat hancur seketika oleh kesan buruk
Orang yang selama ini menampilkan kesan baik, dapat hancur seketika oleh kesan buruk.
Foreksampel :
Ada seorang cewek yang taaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat banget beribadah. Tapi suatu hari, dia kedapatan lagi pelukan sama cowok yang tidak dikenal. Gosip pun menyebar bahwa si cewek cuma baik-di-luar-buruk-di-dalam atau kalau aku analogikan kayak telor setengah matang. Dari luar kuning telurnya sih bagus-bagus aja, pas udah dibuka, isinya masih cair.
Namun pasti, di suatu tempat di luar sana, hukum kesan yang di atas justru gak berlaku. Hanya saja, kedua hukum di atas merupakan hukum yang paling sering diterapkan masyarakat. Atau kalau kasarnya aku bilang "Sekali buruk, tetap buruk. Kebaikan yang ia lakukan tidak lebih hanya sebagai penebus kesalahannya yang lalu-lalu"
Kejam, ya?
Bagaimana jika kita telah meninggalkan kesan buruk pada orang lain, kemudian ingin merubahnya?
Bagaimana jika mereka tidak percaya kita akan berubah?
Aku ......... tidak tahu.
Sejauh yang aku mengerti, diperlukan usaha yang keras untuk menggapai langit yang tinggi.
Jika tidak bisa terbang, naik balon udara. Oh, atau, naik pesawat. Apapun! Apapun yang dapat membuat kita mengangkasa.
Oleh karena itu ... mungkin ... mengubah kesan itu seperti menggapai langit. Tidak mungkin dapat diraih kalau kita hanya melocat-loncat saja. Dibutuhkan usaha lebih. Usaha yang ekstra. Karena mengubah kesan kita di mata orang lain tak semudah membalikkan telapak kaki tangan.
"Tapi, kalau kesan baik, berarti aku harus hati-hati dong sama kesan buruk."
Berhati-hati dengan kesan buruk sama saja menjauhkan kita dari perilaku yang tidak sepantasnya.
Dengan kata lain, menjauhan kita dari dosa. Bukan begitu?
Ciptakanlah kesan baik, atau tidak sama sekali! Kita takkan tahu betapa dahsyatnya pengaruh kesan terhadap kehidupan kita di masa mendatang. Kerjakan hal baik di masa sekarang dan nikmati buah dari hal baik tersebut di masa yang akan datang.
Salam !
ahahahah ,,, meninggalkan kesan jelek puluhan kali lebih menyenangkan ... :p ... pandangan sepenuh hati meski meremehkan lebih baik dari pada pandangan menyanjung yang hanya sebelah mata
BalasHapusXD "bisa nyanyi toh ternyata wkwkwkwkwkwk
Tapi dalam pergaulan sosial tingkat masyarakat, hal tersebut sangat merugikan. Hukum norma masyarakat tidak bisa ditentang, ketika kita sudah terjun ke dalamnya, mau tidak mau, kita harus mengikuti segala norma yang berlaku.
HapusForeksampel : Cewe keluar malam (apalagi pas malam minggu) buat ngerjakan tugas kelompok, pulang-pulang jam 12 malam. Tentunya meninggalkan kesan buruk bagi orang yang melihat walau sebenarnya kita tidak melakukan hal buruk.
Dan bukan hanya cewe itu yang akan menerima "gunjingan", tapi bisa saja orang tuanya dituduh tidak mendidik anak dengan baik sehingga sang anak suka keluar malam.
Jangan remehkan norma di masyarakat, karena ia bisa menjadi sangaaaaaat besar dan memberi dampak yang kuat.
ngga. ngga bisa -.-
ahahahaha .... yeah diluar segalanya berada dalam zona aman dengan mengikuti semua aturan memang lebih baik ... tapi :) satu dua kali ata setdaknya di beberapa situasi tertentu melanggar aturan itu secara sengaja lebih memuaskan dan bebas ... karna kadang dalam menaati aturan banyak kebohongan yang terjadi agar terlihat baik :) ....
Hapusahahahah ... freee ... its a simple word but its so hard to do and get
ahahaha :p ga pecya ah ,,, orang sering liat ska nyanyi2 gitu ... dijalan ... di sekolahan ... dan dibeberapa tempat lainnya ahahahha ;)
Huuu dasar Rule-Breaker :b
Hapushaha -_- it's another me
:) ... itu menyenangkan ... seandainya dirimu juga berani untuk melakukannya ... sesuatu yang bebas ... sejauh itu tidak menghancurkan moral
BalasHapus:p ... ah souka ... pantesan yang itu terlihat lebih damai dengan emosi yang dikeluarkan secara perlahan tapi tak tertahan