Selamat sore, kamu.
Iya, kamu.
Yang nulis post ini. *ngucapin sama diri sendiri* #miris
Oke udah lama banget ya aku ngga nulis, eh, ngetik deng. Hal ini tidak lain dan tidak bukan karena mempersiapkan diri untuk ujian nasional (baca : masalah dengan koneksi internet). Ya, WiFiku sangat bermasalah -_-
Kemarin (sabtu), aku dikasih makanan ringan sama orang yang kusuka. Katanya dia ngga suka karena rasa keju -tetapi dia tetap menyimpan satu, aneh ^^". Makanan itu kujaga terus sampai pulang dan rencananya bakal kumakan sambil nonton anime. Sampai sore menjelang ketika aku ingin pergi ke perpustakaan daerah, aku masih belum memakannya karena lupa. Sejenak aku berpikir ingin menyembunyikannya sebelum pergi, takut ada yang masuk kamarku lalu memakannya. Tetapi aku tidak melakukannya. Aku lupa.
Pulang dari pusda -perpustakaan daerah, akupun mencari makanan ringan itu. Ternyata ilang. Aku mencari keseluruh penjuru kamar -sampai ngorek bak sampah- tetap tidak ada. Lalu ada rasa sesak di hatiku. Siapa yang mengambilnya? Ponakan? Kakakku? Mengapa kehilangan makanan ringan seharga Rp.500 rasanya sesakit kehilangan iPhone 6? #lebay
Akupun mencoba berpikir rasional untuk menenangkan diri. "Au, itu cuma makanan. Besok-besok juga bisa beli kan di koperasi?" "Biasa aja, oke. Kadang sesuatu yang hilang akan muncul dengan cara yang tidak terduga." "Itu cuma makanan, kan? Cuma makanan ... yang dikasih sama orang yang kamu suka." Cuma ... cuma ... Ngga peduli bagaimana aku menyakinkan diriku dengan kata "cuma", tetap aja rasanya ngga bisa.
Tapi akhirnya aku bisa. Aku mengalihkan perhatianku dengan cara berpikir "Aneh ya, kalau itu tentang seseorang yang kau sukai, segalanya ... hal-hal yang kecil sekalipun ... terasa sangat besar dan penting, juga berharga. Mungkin, aku hanya sedang terkena syndrome orang yang jatuh cinta. Mungkin."
Kemudian, segalanya terasa lurus.
Ini yang kusebut dengan the power of love. Cinta bisa membuatmu terbang setinggi langit, lalu bisa juga menjatuhkanmu dari ketinggian yang sama. Cinta itu netral. Sangking netralnya, dia juga rapuh. Seperti titik nol yang jika diperlakukan baik akan mengarah pada bilangan bulat positif tetapi jika diperlakukan dengan buruk akan mengarah pada bilangan bulat negatif. Ya, hakikat cinta yang sesungguhnya seperti itu.
Di dunia ini, hal yang paling membahagiakan jika berbicara tentang cinta adalah orang yang kau sukai juga menyukaimu. Mengapa? Karena, dalam kondisi :
1. Ada orang yang menyukaimu tetapi kamu tidak memiliki perasaan terhadapnya, dan
2. Kau menyukai orang lain tetapi orang yang kau sukai tidak memiliki perasaan terhadapmu,
rasa sakit selalu menyertai.
Oke, well, bukan berarti orang yang sama-sama suka ngga bisa sakit hati. Tapi dua kondisi di atas itu rasa sakitnya "beda". BSB. Bukan Sakit Biasa.
Posisikan dirimu sebagai orang yang disukai orang lain, tetapi kamu tidak memiliki perasaan terhadapnya. Mungkin terlihat mudah bagimu, semudah "Kalau dia nembak ya tinggal tolak" tetapi pasti sangat sulit bagi orang yang menyukaimu itu. Apalagi jika dia selama ini selalu berusaha mendekatkan dirinya padamu, sekedar untuk berbicara dan membuatmu tersenyum.
Menyukai seseorang itu sudah kodrat manusia, bukan? Siapapun bisa jatuh cinta kepada siapapun. Kapanpun, dan dimanapun. Jadi, jika ada orang yang menyukaimu tetapi kau tidak dapat membalas perasaannya, hargailah dia. Hargai usahanya dalam berusaha membuatmu bahagia. Karena bisa saja orang tersebut adalah orang yang paling sabar, paling peduli, dan paling setia yang pernah kau temui. Kau takkan pernah tahu bagaimana perjuangannya melawan gejolak hati, melawan segala pikiran "Menyerahlah! Dia tidak menyukaimu! Sampai kiamatpun kau takkan terlihat di matanya!" namun pada akhirnya ia tetap bertahan. Setidaknya, buatlah dia berhenti mencintaimu karena keinginannya sendiri. Bukan karena luka yang sengaja kau buat.
Lalu, bagaimana dengan kondisi nomor 2? Kau menyukai orang yang tidak memiliki perasaan terhadapmu. Jujur, ini sulit. Karena inilah yang sekarang aku rasakan.
Aku bukannya
ngebet pengin macarin orang yang kusuka. Hanya saja aku memiliki masalah komunikasi yang sedikit ... susah dengannya. Sebentar lagi UN, dan sebentar lagi semua bakal misah. Aku berpikir bahwa aku harus menyelesaikan urusan perasaan ini dengan jelas padanya. Mungkin waktu memang dapat menggerus rasa yang tidak memiliki arah kepastian, tetapi aku ingin bersikap lebih tegas terhadap diriku. Menurutku ini harus menjadi sebuah pelajaran agar aku tidak terjebak dalam hal yang sama untuk kesekiankalinya di masa depan.
Ketika kamu mencintai orang yang rasanya tidak akan pernah dapat kau raih, perlu kamu ketahui bahwa rasa sakit yang kamu rasakan sesungguhnya adalah konsekuensi yang "wajib" kamu dapatkan. Mengapa? Karena kita sebagai manusia dapat melakukan sebuah kata yang terdiri dari 8 huruf diawali dengan huruf
b dan diakhiri dengan huruf
p yang tidak lain dan tidak bukan adalah ...
berharap
Ya. Menurut teoriku, manusia merasakan rasa sakit sesungguhnya karena mereka berharap. Berharap suatu hari nanti orang yang mereka sukai akan melihat mereka, akan menyapa mereka lebih dulu, akan mengulurkan tangan ketika kita terjatuh, akan menambah topik pembicaraan ketika mulai surut, akan membalas sms atau chat dengan emot yang beraneka ragam, dan akan akan lainnya.
Ketika semua akan akan tersebut berubah menjadi fakta yang tidak akan pernah terjadi, disitulah rasa sakit sebagai sebuah konsekuensi muncul.
Kemarin aku nonton anime Kamisama Hajimemashita dan nemu scene yang ... #paskenakeadaanku
Dalam hati aku terus bertanya-tanya. Bisakah aku seperti itu? -Tidak, bisakah manusia seperti itu?
Memang dunia nyata ini tidak bisa terlalu dibanding-bandingkan dengan dunia anime, manga, film, atau drama karena pada dasarnya kita hidup di dunia nyata, bukan fiktif. Tetapi, dunia fiktif dapat memberi kita arahan untuk memilih suatu pilihan dalam hidup.
The question is ...
Terhadap rasa, dapatkah aku membuatmu bahagia walau hanya menyukainya dari jauh?
Mampukah aku meyakinkan diriku bahwa menyukainya saja sudah lebih dari cukup?
Sungguh, aku tidak ingin kamu merasakan perasaan sakit lebih dalam.
Hanya ... aku tidak bisa membuat perasaan ini benar-benar pergi.
Perasaan ini seperti pelampung yang kupaksa untuk menenggelamkannya.
Tetapi ia tidak benar-benar bisa tenggelam; tekanan air akan membuatnya naik.
Dan membuatku menyukainya kembali. Bahkan lebih.
Yah, kayaknya alur post ini udah nggak jelas ke mana arahnya tapi kuharap para pembaca setia nyasar blog ini akan menikmati isinya. Pesanku adalah, jika kamu sedang berada dalam kondisi percintaan yang sama denganku saat ini, jangan membuat harapan diluar batas kewajaran. Karena yang berada di dalam batas kewajaran saja kalau tidak mendapatkannya sudah terasa sakit apalagi yang di atas batas kewajaran. Pengecualian bagi orang yang berhati baja atau saraf-saraf di hatinya udah pada nggak berfungsi ._.v
Seorang teman berkata padaku.
"Heh, orang kayak gitu disukain."
Mungkin ini yang harusnya kukatakan padanya saat itu.
"Menyukai dan memilih untuk menyukai adalah hal yang berbeda. Dalam kasus ini, sepertinya aku menyukainya ... "begitu saja", seiring kebersamaan yang sempat kurasakan. Karena itu, perasaan ini ... harusnya hilang juga dengan "begitu saja", seiring kebersamaaan tak dapat kurasakan lagi."
Jadi, rasa suka macam apa yang kamu rasakan?
Rasa suka yang terjadi "begitu saja" atau rasa suka karena melihat segala kelebihan dan keunikan yang ada pada diri seseorang?
Sebagai cewek yang dulunya mengagumi seorang kakak kelas di sekolah, memilih untuk menyukai dan menyukai adalah dua hal berbeda yang sangat mudah dimengerti. Karena ketika kakak kelas tersebut sudah lulus, cukup mudah untuk menghapus perasaan sedih karena tidak dapat melihatnya lagi. Tetapi, menyukai yang terjadi begitu saja ... rasanya puluhan, ratusan, mungkin ribuan kali lebih sulit, bahkan untuk memikirkannya saja, semua terasa berat. Sangat berat.
Oke quotes dari Aau-chan kali ini yang mungkin sedikit kurang dapat dimengerti adalah :
Ketika kau memilih untuk jatuh ke dalam suatu lubang bernama cinta, kau juga dapat memilih untuk menjauh dari lubang tersebut. Tetapi ketika kau terjatuh dengan sendirinya ke dalam cinta, kau takkan pernah benar-benar bisa pergi menjauhi lubang itu semudah memilih untuk menjauhi lubang yang tidak ingin kau jatuhi!
-Aau-chan
Aau-chan's World
Wassalam.
Wahhh,, kayaknya bukan gue yaa si cowok ituu??! *bunuhdiri :D
BalasHapusHahaha xD Makanya beliin makanan ringan dulu :p Kalau makanan ringannya ilang dan rasanya sesakit kehilangan iPhone 6, bisa aja itu elu x)
BalasHapus